YOGYAKARTA,
20 maret 2014 ( 20:40 WIB )
Assalamu’alaikum….
Yuk berpikir sejenak, tentang apa
yang kita lakukan, tentang apa yang kita rasakan saat ini. Pernahkah terlintas
dipikiran kalian, tentang cinta diantara dua insan (pasangan) yang menjalin hubungan
yang disebut pacaran ? pernahkah kalian tahu apa yang kita dapatkan dari
pacaran tersebut ? pernahkah kalian berpikir, apa manfaat dari pacaran tersebut
? Nah, malam ini, diskusi bareng yuk. ! entah kenapa, malam ini ingin rasanya
membahas tuntas tentang pacaran. Namun aku sendiri masih belum mengerti tentang
pacaran, namun dengan ketidak mengertian itu, aku mencoba untuk melakukannya
(pacaran), setidaknya aku bisa tahu jawaban dari apa yang tidak kumengerti. Saat aku tak mengerti sesuatu,
aku mencoba untuk melakukannya dengan semampuku, berharap bisa mengerti dengan
apa yang aku lakukan. Salah satunya pacaran. Pacaran iya pacaran ! siapa sih
yang tidak tahu pacaran ? semua orang dari kalangan manapun tahu tentang
pacaran, namun sedikit sekali yang mengerti manfaat dari pacaran tersebut. Yang
menjadi pertanyaan besar, apakah pacaran itu bermanfaat ? itu yang selalu
menjadi kesalahpahaman orang-orang yang melakukan pacaran. Ada yang bilang,
pacaran itu penjajakan menuju kedewasaan, pacaran itu untuk saling mengenal
pasangan secara mendalam, dan banyak lagi alasan yang diungkapkan sepasang
insan yang pacaran. Apakah itu manfaat dari pacaran ? coba kembali kekonsepsi
ajaran agama islam, apakah islam pernah memperkenalkan atau mengajarkan tentang
pacaran ? pasti kalian yang beragama islam tahu, bahwa dalam islam tidak ada
yang namanya pacaran, melainkan islam menawarkan dan mengajarkan kepada kita
semua, jika ingin mengenal makhluk Allah yang mulia, baik itu perempuan atau
laki-laki, islam telah memberikan alternatif untuk mengenalnya, yaitu dengan
Ta’aruf. Kata Ta’aruf berasal dari bahasa Arab, yang maknanya mengenal atau
mengetahui. Sungguh indah apa yang ditawarkan islam kepada kita. Coba kita
berpikir sejenak, dan bandingkan konsep mengenal seseorang yang kebanyakan
orang melakukannya yaitu pacaran dan konsep yang ditawarkan islam sendiri yaitu
Ta’aruf.
Mengenal disini bermakna, keingin
tahuan seseorang kepada lawan jenisnya, dan mengenalinya secara mendalam untuk
dijadikan pasangan hidupnya dalam ikatan pernikahan. Konsep Ta’aruf merujuk ke
arah pernikahan, kendatipun dipertengahan dalam masa ta’aruf ada ketidak cocokan, maka tidak ada yang
dirugikan, baik itu dari pihak laki-laki maupun perempuan. Karena Ta’aruf
sendiri tidak seperti halnya pacaran. Dalam Ta’aruf, laki-laki yang ingin
mengenal perempuan. Tidak langsung betemu dengan perempuan tersebut, melainkan
bertemu dengan orangtua perempuan. Dan laki-laki tersebut menanyakan perihal
perempuan tersebut kepada orangtua perempuan. Ketika laki-laki merasa cocok,
maka dipertemukanlah laki-laki dan perempuan tersebut, namun tetap ditemani
orangtua perempuan dalam pertemuan tersebut. Jadi, kita bandingkan dengan
konsep pacaran yang ditawarkan banyak orang saat ini. Terlalu banyak ekspresi
yang diberikan oleh pasangan yang mengaku pacaran. Pacaran selalu identik
dengan apa yang ditawarkan oleh kehidupan orang barat. Kebanyakan dari kita,
ikut-ikutan dengan lifestyle nya orang-orang diluar Negara kita. Meniru gaya
hidupnya, meniru gaya berhubungan dengan lawan jenis. Tanpa kita sadari, bahwa
itu semua peluru bagi kita, agar kita melanggar ajaran yang telah lama kita
jalani. Dengan ajaran agama yang kita punya, yang kita fahami, seharusnya kita
bisa mengerti, dan menyaring masuknya ajaran barat dinegara kita. Tidak
seharusnya, semua ajaran dan lifestylenya barat kita terima secara
mentah-mentah, dan kita menirunya. Kita seharusnya bisa memilah, mana yang baik
untuk kehidupan kita. Salah satunya gaya pacaran. Kebanyakan dari kita , meniru
gaya pacaran atau berhubungan dengan lawan jenis merujuk kepada gaya
orang-orang barat yang liberal. Ekspresi yang ditawarkan barat, yaitu dengan
seks bebas. Baik itu ciuman, pelukan, bahkan berhubungan diluar nikah. Seperti
itulah wajah dari pacaran sendiri. Namun, tidak semuanya pacaran seperti itu.
Tapi tetap saja, pacaran bukanlah hal yang diajarkan islam.
Kita kembali kepada ta’aruf tadi,
yang mana ta’aruf sendiri tidak merugikan kedua belah pihak, baik itu dari
pihak laki-laki maupun perempuan. Kendatipun mereka merasa tidak cocok, tidak
ada pihak yang dirugikan, seperti cacat fisik. Beda halnya dengan pacaran.
Semisal gaya pacaran yang dipaparkan diatas, maka ada pihak yang dirugikan
ketika salah satu dari mereka ( sepasang kekasih ) sudah merasa tidak adanya kecocokan. Jadi
bisa kita simpulkan , bahwa pacaran hanya merusak diri kita, masa depan kita,
dan kehidupan kita. Sekarang tergantung pada kita, apa kita tetap mengikuti
ajaran yang kebarat-baratan yang hanya
merugikan kita, atau kita mengikuti ajaran islam ? hidup adalah pilihan, ketika
kita salah memilih, maka kedepannya akan salah. Maka dari itu, sebelum kita
jauh melangkah dalam kesalahan, perbaiki kehidupan kita mulai dari sekarang.
Agar kita tidak hidup dalam keterpurukan dan kesalahan.
SALAM MOVE ON !!!
Wassalam…
Komentar
Posting Komentar