Yogyakarta, 05 November 2013.
Sungguh menyakitkan menjalin sebuah hubungan
yang tak jelas arahnya kemana.
Seolah-olah , cerita ini hanya memberikan
kesan yang sulit untukku jadikan
kenangan terindah, sehingga ku bisa menilai ini semua hanya kesia-siaan waktu
yang ku punya, ini semua hanya memberikan beban batin untukku.
Seharusnya cerita ini memberikan kesan
terindah untukku, sehingga aku bisa percaya bahwa cerita ini akan terulang lagi
dimasa yang akan datang,entah siapapun yang akan menjalaninya, tapi aku tak
memetik sedikitpun keindahan dari hubungan yang aku jalani, kata “gantung” itu
sebuah gelar yang cocok untuk hubunganku
saat ini, seperti mencekik erat leherku membuat nyesek , nafasku pun tak karuan.
Itu sebuah hubungan gantung, tinggal menunggu kapan terhentinya denyut nadi
kita. ^_^
Hubungan yang terjalin selama bertahun-tahun pun aku tak bisa
memetik buah yang indah dalam hubungan ini , apa kita yang tak bisa membibitkan
buah itu ataukah kita belum tahu bagaimana membibitkan dan menumbuhkan buah itu
? sebuah pertanyaan yang selalu mengusik
relung batinku.
Aku tak perlu jawaban apapun, karena setiap
jawaban pasti akan menimbulkan pertanyan lagi yang takkan pernah habis-habisnya
aku pertanyakan, karena kebingunganku yang bertahun-tahun lamanya membuatku
menyediakan pertanyaan yang begitu banyak terkait dengan hubungan yang
kujalani, hanya dia yang tahu jawabannya, dan hanya hatiku yang bisa menjawab
sekian banyak pertanyaan itu.
Aku menyesal telah membuang waktuku untuk hal
yang sama sekali tak kumengerti , dari
apa yang aku lakukan sedikitpun tak kumengerti. Melakukan tindakan
bodoh dengan menangisi seseorang yang belum tentu mau menangisi kita,
memberikan perhatian penuh yang belum pernah terbalaskan dengan perhatiannya,
memberikan semua yang kita punya yang dia tak pernah memberikannya kepada kita
dan dia hanya menikmati sendiri dengan apa yang kita perbuat, sebuah tindakan
bodoh yang pernah kulakukan. Sia-sia
batin ini memelihara cinta buat orang seperti dia.
Dari akhir sebuah cerita ini , aku sadar bahwa
ini semua hanya kebodohan, kebodohan yang akan merusak masa depanku, yang akan
merusak semua yang aku impikan, kata “tinggalkan dan jangan perdulikan” yang
pantas untuk mengakhiri cerita ini. GOOD BYE
*_*
Komentar
Posting Komentar