DASAR NYEBELIN
Aku
mengenalnya sejak aku masih dibangku SMA dulu, tak kusangka dia akan bersamaku
sampai saat ini, empat tahun sudah aku bersamanya. Tak heran jika teman-teman
SMA ku dulu memanggil kita dengan sebutan si KEMTADA alias si kembar tapi beda,
tak apalah,memang kenyataannya, karena tak seharipun yang terlewati bersama,
setiap hari tak pernah aku jauh dari dia, dimana ada aku, distu ada dia, itulah
kita.
Namun
kita tak pernah merasakan bosan, karena tanpa dia aku merasa kesepian, mungkin
karena sifat dia yang humoris, yang membuat orang-orang nyaman didekatnya,
ya...termasuk aku, kenyamanan yang dia berikan membuat aku tak ingin jauh-jauh
dari dia, itulah LIEERA.
***
“hey, coba lihat, siapa yang datang
!?” ujar lieera sambil menunjuk kearah seorang yang
begitu aku kenal.
“udahlah, jangan liatin dia mulu,
entar ke GR-an lagi !” ujarku, sambil membuka lembaran
novel yang selalu kubaca sebelum dosen datang ke kelas.
“hahaha...lo takut kan, kalau lo ketahuan suka
sama dia ? ngaku aja deh lo !!” sambil menggelitik perutku dan mencoba merebut
novel yang kubaca.
“sok tahu lo, siapa juga yang
suka sama playboy cap ABC, ogah lah yaw..” sambil
kulanjutkan membaca novel.
“Haha..iya deh sorry, gue gak
bakalan ngeledekin lo lagi, tapi untuk hari ini aja, hehehe...”
memandangku dengan wajah kegirangan.
“terserah lo deh, EGP (emang gue
pikirin)” sambil meninggalkan kelas.
“cie..cie..ada
yang ngambek” teriaknya.
Saat
ini kita kuliah di Universitas yang terkenal di kota ini, kota istimewa yaitu
Yogyakarta,Tak pernah terlintas dibenak kita akan melanjutkan pendidikan dikota
ini, karena sejak kita saling mengenal, kita sudah merencanakan akan
melanjutkan pendidikan dikota Malang, namun sayang, kita ditakdirkan untuk
melanjutkan pendidikan dikota istimewa ini, Alhamdulillah.
Lieera
tak pernah mempermasalhkan itu, mau di
Malang atau di Yogyakarta, tidak masalah, yang penting dia terus bareng sama
aku. Itulah lieera si kembar bedaku. Meskipun dia orangnya agak nyebelin, tapi
aku sayang banget sama dia, karena dia bisa membuatku senang dikala aku merasa
sedih, dia selalu ada untukku. Thanks
lieera.
***
Aku
pun kembali kekelas untuk menerima ilmu dari Dosen mata kuliah hari ini. Saat
aku kembali ke tempat dudukku, aku melihat lieera duduk disamping orang yang
begitu menggangguku, menganggu tidurku dengan bayangan wajahnya, dia yang
membuatku insomnia, dia yang membuat hari-hariku dipenuhi bayang-bayangnya,
dialah sesosok pria yang menggangguku, dia adalah Andre, orang yang begitu
terkenal di kelasku bahkan diluar kelas sekalipun, dengan kecerdasan yang dia
punya, membuat orang senang berada disampingnya, dan dengan gayanya yang cool,
membuat para wanita nempel didekatnya, itulah salah satu masalah yang membuatku
merasa tidak nyaman ketika melihat dia dikerumuni para wanita. kecemburuanku
yang selama ini , membuatku benci melihat dia, ya...dasar playboy cap ABC,
itulah panggilan buat dia.
Usai
sudah untuk kuliah hari ini, dan dosen pun menutup perkuliahannya. Disaat aku
keluar kelas, tidak sengaja aku menyenggol buku yang dibawa oleh Andre.
“braaaak...” berserakanlah buku yang dibawa Andre.
“sorry..aku
gak sengaja” sambil ku bereskan buku yang berserakan dan mengembalikannya.
Andre
hanya berdiri dan memandangku dengan raut muka yang begitu menyebalkan bagiku.
“sorry ya... aku gak sengaja”, sambilku
ulurkan tangan pertanda aku meminta maaf.
“hu;um..gak apa-apa” sambil berlalu
meninggalkanku.
“dasar playboy..” ujarku sambil berlalu meninggalkan
fakultas.
***
Keesokkan
harinya, aku pergi hunting ke Malioboro bareng temen-teman, lieraa disampingku
sambil menggandeng tanganku.
“ehh...
liat deh, andre sama siapa tuh ? sambil menunjuk kearah Andre yang berdiri
didepan toko baju sambil menggandeng
tangan si cewek.
“ahh...gue
cemburu liatnya” ujar teman-teman.
Saking
penasarannya, teman-teman pun menghampiri Andre dan cewek itu.
“hey..hayyoo
sama siapa ?” ujar teman-teman sambil mengagetinya.
“he...kalian
lagi ngapain disini ? kenalin, ne Amel.
Adek gue” sambil memperkenalkan
cewek yang bersamanya.
“tenang
sayang, dia Cuma adiknya” bisik lieera sambil menyenggolku.
“apaan
sih..” sambil ku berlalu melihat baju-baju yang lain.
Lega
ketika Andre menyatakan kalau cewek itu adalah adiknya, kekhawatiran yang aku
rasakan pun mulai mereda. Sesekali aku melirik kearah andre yang memilah baju
bersama adiknya itu. Bener gak sih dia
itu adiknya,? Rasa penasaran yang begitu mengganggu. Tapi ku mencoba untuk
berfikir positif.
“hey...
kamu husna kan ?“ ujar andre yang tiba-tiba berada disampingku.
“hu’um,
kenapa? Aku kan temen sekelasmu !”, sambil memilah baju yang tertata rapi.
“ iya...aku tau kok, kamu itu teman sekelasku dan kamu juga teman aku
saat sospem (sosialisasi pembelajaran), kamu ingat gak ?”
“iya,
aku masih ingat kok,kamu yang selalu dikerumuni teman-teman cewek itu, iya kan
?” sambil
melihat baju-baju yang lain.
“haha...kok
tau sih? Yah..biasa orang cakep tuh gitu,” dikerumuni cewek-cewek! Kecuali kamu
! sambil memandangku
“dasar
nyebelin...dasar playboy cap ABC” berbalik memandangnya.
“kata
siapa aku playboy? Kamu belum tahu aku, belum tahu perasaanku,belum tahu
kepribadianku, so jangan pernah bilang kalau aku playboy ! memandangku
dengan sinis.
“udahlah...ngapain
jadi ngebahas tentang lo?” sambil berlalu meninggalkannya.
“tunggu...aku mau bilang sesuatu sama kamu !” sambil
mengejarku.
“mau bilang apa ?” dengan perasaan
yang tak karuan sambil memandangnya.
“entar malam aku kekosmu, bolehkan
?” dengan senyumannya yang khas.
“emangnya kamu tahu kosku ?” merasa keheranan.
“he...tunggu aku ya entar malam”
sambil tersenyum dan berlalu menghampiri adiknya.
Tidak
ada yang tahu perasaan aku saat itu,
tiba-tiba aku tersenyum sendiri terngiang kata-kata yang dilontarkan
Andre yang akan menemuiku nanti malam. Tiba-tiba lieera dan teman-teman yang
lainnya membangunkanku dari lamunan. Dan mengajakku untuk pamit pulang ke andre
dan adiknya, saat giliran aku yang bersalaman, andre mengingatkanku “ jangan lupa entar malam” sambil tersenyum
dan aku membalas senyumannya.
***
Malam
pun meenghampiri, kulihat jam tangan yang meelekat dipergelangan tanganku yang
sebelah kiri, menunjukan pukul 19:25, aku melihat dibalik pintu, takutnya dia
menunggu didepan kosku. Hampir 15 menit aku menunggunya.
“kriiing..”
bunyi pesan di Hp-ku.
“aku
udah didepan kosmu, sumpah aku dag-dig-dug banget, belum siap lihat kamu keluar
bukain pintu, jangan lupa baca basmallah yah ^_^ ” begitu isi pesan yang
dikirim andre.
Aku
hanya tersenyum saat membaca sms yang dia kirimkan, dengan perasaan yang tak
karuan, aku pun bergegas membukakan pintu, dan tak lupa apa yang dipesankan
andre untuk mengucapkan basmallah saat membuka pintu.
“silahkan
masuk..! tunggu bentar ya, aku mau ambil minum dulu” sambil tersenyum dan
mempersilahkan duduk.
“aduh...jadi
ngerepotin !” sambil memandangiku dengan senyuman.
Aku
bertanya-tanya, apa maksud dari semua ini, andre yang tidak terlalu akrab
denganku, tiba-tiba minta main kekosku, dia punya tujuan apa? Aku
bertanya-tanya didalam benakku yang paling dalam. Aku pun mengahampirinya
dengan membawakan minuman dan snack.
“silahkan
diminum, maaf hanya ini yang aku punya” sambil tersenyum.
“iya..gak
apa-apa kok, ini aja udah cukup” membalas dengan senyuman.
“emm...maaf
sebelumnya, aku dari tadi bertanya pada diriku sendiri akan tujuanmu kekosku,
namun tidak ada jawaban , perasaanku lebih memilih langsung bertanya kepadamu,
biar aku mendapatkan jawaban yang pasti, tapi maaf lo sebelumnya” sambil
memandangnya dan minta maaf.
“sebenarnya
aku kesini ada sesuatu yang mau aku omongin ke kamu, tapi aku takutnya kamu
marah” sambil menunduk.
“emang
mau ngomong apa sih ? iya silahkan ngomong aja, kenapa aku harus marah?”
memandanginya dengan rasa penasaran.
“sebelumnya
aku minta maaf, selama ini aku bersikap cuek ke kamu,dan minta maaf juga aku
udah lancang meminta untuk main kekosmu, tapi aku gak bisa terus-terusan
seperti ini, cuekin kamu padahal itu bukan keinginanku, aku mau didekati
cewek-cewek, padahal itu juga bukan keinginanku, aku mlakukan itu agar aku bisa
tahu, tahu akan perasaan aku, tahu akan perasaan kamu juga, kalau selama ini
aku sayang sama kamu, aku melakukan itu semua, agar aku tahu, kalau kamu juga
sayang sam aku, aku bisa lihat kecemburuan kamu, ketika lieera didekatku,
ketika cewek-cewek mengerumuniku, dan aku liat betapa bete’nya kamu ketika aku
cuekin kamu, sampai-sampai kamu memanggilku si playboy cap ABC, dan sering kamu
mengatakan “dasar nyebelin” ketika aku bersikap diluar keinginanmu, aku minta
maaf atas semua itu, tapi aku ingin kamu tahu satu hal, kalau aku sayang kamu,
aku cinta kamu. Itu aja” sambil
melihatku.
Aku tertunduk, aku tidak bisa
mengatakan apapun ketika mendengarkan pernyataannya, tiba-tiba aku terdiam
seribu kata, dan dia pun terdiam, dia hanya melihatku yang dari tadi menunduk,
aku tidak berani memandangnya, aku belum siap harus memandang matanya, padahal
hari seperti ini yang aku inginkan sebelumnya, aku menginginkan andre
menyatakan cinta, agar aku tidak merasa cintaku bertepuk sebelah tangan, namun
kenapa malam ini begitu menakutkan, aku tidak punya keberanian untuk menyatakan
yang sejujurnya, kalau aku juga sayang sama dia, cinta sama dia, aku cemburu
ketika dia didekat cewek lain, kemana keberanian itu bersembunyi ? aku hanya
bisa berontakan dibenakku.
Tiba-tiba
andre memanggilku, aku tersadar dalam diamku, kuberanikan diri untuk
memandangnya, dan menyatakan kalau aku sayang dia.
Dia
melihatku, sambil tersenyum, dan meyakinkan aku, kalau apa yang dia bilang tadi
benar-benar keinginan dia sejak pertama kali melihatku, setahun sudah dia
memendam perasaan terhadapku, begitupun aku. Malam ini adalah malam
pengungkapan rahasia yang terjaga selama satu tahun lamanya.
“husna,
kenapa kamu diam ? aku benar-benar serius dengan perasaanku, aku tak memaksamu
untuk meresponnya, yang penting kamu tahu perasaanku selama ini, dan aku sudah
mearsa lega, maafin aku ya.! Sambil
tersenyum
“maafin
aku juga, aku hanya bisa terdiam, dan mungkin membuatmu terganggu, tapi aku
ingin kamu juga tau, kalau selama ini, aku juga sayang sama kamu, aku cemburu
kalau kamu deket-deket sama cewek lain,dan aku juga marah kalau kamu cuekin
aku, aku sayang sama kamu.! Dengan malu-malu aku menunduk.
“alhamdulillah,
so kita jadian donk? Heehe”.
“dasar
nyebelin, jangan pernah cuekin aku lagi ya !? tersenyum
memandangnya.
“iya sayang, gak bakalan pernah aku cuekin
kamu lagi, tapi kamu juga jangan pernah panggil aku dengan sebutan palyboy
apalagi pake cap ABC, jangan lagi ya !?
“hehe...iya
sayang, janji gak bakalan panggil kamu playboy, asalkan jangan nempel sama
cewek-cewek lain, awas aja !” sambil mengepalkan
tangan didepan mukanya.
“oke
sayang, aku gak bakalan nempel ke cewek lain, selain kekamu,janji..!” sambil menarik jari
kelingkingku,dan menyatukan dengan jari kelingkingnya.
The end
Yogyakarta,05 Mei 2013
Woww kyak sinetron saja,,,,,
BalasHapushahahahahaaa... iyaa dunk..
BalasHapuskerennnn.
BalasHapusknapa gak pernah cerita ?
kenalin lah. :D