Langsung ke konten utama

bad day because dosen pembimbing



260315
PEMBIMBING
Beginilah jika dibimbing oleh pembimbing yang males-malesan, acuh tak acuh, dan kurang mampu memberikan masukan untuk mahasiswa, dengan ulah satu pembimbing membuat puluhan mahasiswa menjadi korban atas kemalasannya. Bukannya memanusiakan manusia menjadi lebih baik malah menjerumuskan mahasiswa dan memperbodoh mahasiswa, jika seperti itu figure pembimbing lalu akan seperti apa mahasiswanya. Bukankah dosen salah satu panutan bagi mahasiswa ? lalu bagaimana jika dosennya aja seperti itu ? lalu mengapa menuntut mahasiswa harus ini dan itu sementara mahasiswa tidak ada hak untuk menuntut dosennya agar lebih peduli dan tidak malas-malasan dalam mengoreksi tugas mahasiswa. Semacam itukah tugas dosen ? saya rasa bukan , dosen itu salah satu panutan bagi mahasiswa, orangtua mahasiswa, bukan perusak mahasiswa dan beban bagi mahasiswa.
Sebal bukan main, ketemu pembimbing bukan meringankan tugas yang lagi diemban,tapi malah membuat mahasiswa pusing, dilemma dan serba salah dan pada akhirnya tugas gak rampung-rampung. Apa yang salah dengan sistem akademik ini, apa kita mahasiswa yang terlalu bodoh atau dosen yang terlalu malas ? mengoreksi tanpa membaca tugas mahasiswa, hanya dibolak-balik perlembar dan memberikan komentar, mending komentar yang dimengerti kita, lah ini komentar yang gak bermutu, dengan pengetahuan kita aja, kita sudah tahu apa yang kita butuhkan dan apa yang kita inginkan dari hasil pengoreksian, tapi hasilnya tidak sesuai dengan kebutuhan kita, karena dosen tidak tahu apa sebetulnya yang dibutuhkan mahasiswa.
Pembimbing , iya namanya juga pembimbing, ia bertugas membimbing mahasiswa agar mahasiswa tidak terjerumus dan tetap fokus pada apa yang diteliti. Jika tugasnya tidak terpenuhi maka dengan siapa mahasiswa berjalan ? mahasiswa membutuhkan pembimbing agar proposalnya bisa dikoreksi dengan baik, dan mendapatkan hasil yang baik, bukan atas kehendak sendiri tapi berdasarkan kualitas tugas yang telah kita selesaikan, jadi kita sebagai mahasiswa bisa bertanggungjawab atas apa yang telah didapatkan begitupun dengan pembimbing ia bertanggungjawab atas bimbingannya. Secara langsung kedua belah pihak telah bertanggungjawab atas tugasnya masing-masing. Namun apa yang terjadi, hanya mahasiswa yang bertanggungjawab atas tugas yang diembannya,sementara pembimbing dengan santainya memberikan komentar yang tidak dibutuhkan mahasiswa, komentar yang dianya sendiri tidak tahu maknanya.
Hari ini, sebal bukan main, kelakuan dan masukan dari pembimbing sama sekali tidak membantu, tugas yang mahasiswa kerjakan dipandang sama halnya dengan sebuah mainan, memangnya mahasiswa mengerjakan tugas berdasarkan khayalan belaka , proposal itu tugas yang berdasarkan fakta dilapangan, masih sempat dipandang seperti mainan. Mahasiswa tidak membutuhkan nilai yang instans tanpa ada perjuangan, dengan mudahnya pembimbing memberikan kelonggaran kepada mahasiswa tanpa melihat hasil kerjanya,setidak melihat dan merevisi apakah proposal yang mahasiswa kerjakan sudah sesuai dengan ketentuan akademik, agar kedepannya mahasiswa belajar untuk memperbaiki dan lebih baik lagi. Namun kenyataannya, pembimbing masih berpikiran bahwa mahasiswa hanya mengejar target dan mendapatkan nilai serta tugasnya cepat selesai. Padahal bukan itu yang mahasiswa inginkan, mungkin sebagian mahasiswa menginginkan hal itu tapi tidak buat saya, saya menginginkan pembimbing benar-benar mengoreksi hasil proposal saya, agar saya tahu letak kekeliruan yang saya kerjakan, dan saya akan berusaha untuk memperbaikinya, bukan mengejar target yang sperti pembimbing tuduhkan. Seharusnya pembimbing tahu kebutuhan saya apa sebagai seorang mahasiswa yang mengajukan proposal, seandainya pembimbing tahu, saya hanya ingin proposal saya dibaca. Setidaknya dengan dibaca, pembimbing bisa tahu kekeliruan mahasiswa dalam membuat sebuah proposal, dan masukan dari pembimbing akan dijadikan pelajaran untuk kedepannya oleh mahasiswa, hal semacam itu yang saya inginkan. SORRY KALO GUE CURHAT… 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Teori Fenomenologi Edmund Husserl

1. Biografi Edmund Husserl Edmund Gustav Albrecht Husserl atau dikenal dengan nama Edmund Husserl lahir pada tanggal 08 April 1859 di kota Proßnitz, Moravia, Austria (sekarang Prostějov, Czech Republic) . Keluarganya adalah penganut Yahudi, meskipun bukan keluarga ortodoks. Dia memulai belajar bahasa Jerman klasik di Realgymnasium di Wina pada usia 10 tahun, dan di tahun berikutnya dipindahkan ke Staatsgymnasium di Olmütz. Dia menempuh studinya di Universitas Leipzig, berkonsentrasi pada Matematika, fisika, dan filsafat, dengan minat khusus dalam astronomi dan optik. Setelah dua tahun, ia pindah ke Berlin untuk mengembangkan minatnya dalam matematika, sekali lagi kembali ke Wina, dan memperoleh gelar doktor pada tahun 1883. [1] Disertasinya adalah tentang teori kalkulus variasi. Dia pernah mengajar untuk waktu yang singkat di Berlin. Namun, karena tertarik dengan kuliah Franz Brentano menyebabkannya untuk kembali ke Wina pada tahun 1884. Kuliah ini memiliki pengaruh ...

Esai Komunitas Kota

Komunitas Vespa Lombok   ( Nusa Tenggara Barat )             Komunitas merupakan kelompok organisme (kumpulan orang-orang) yang hidup saling berinteraksi didalam satu daerah tertentu. Komunitas juga merupakan wadah dimana orang-orang berkumpul untuk satu kepentingan dan persamaan. Seperti halnya komunitas vespa Lombok. Komunitas vespa Lombok ini merupakan komunitas yang peduli akan salah satu motor yang lahir tahun 1970-an. Yang mana motor ini bias dibilang kuno atau jadul. Sehingga timbullah pemikiran dari beberapa orang untuk memodifikasi motor vespa menjadi motor yang unik dan dirubah dengan sedemikian rupa. Dan alhasil, usaha yang dilakukan mengundang minat orang-orang dengan melihat keunikan dari motor vespa tersebut.             Saat keluaran motor terbaru dengan bodi motor yang mentereng dan mewah dipasarkan, Vespa sempat terpuruk dan menjadi barang ...

Pacaran di Era Modern

YOGYAKARTA, 20 maret 2014 ( 20:40 WIB ) Assalamu’alaikum…. Yuk berpikir sejenak, tentang apa yang kita lakukan, tentang apa yang kita rasakan saat ini. Pernahkah terlintas dipikiran kalian, tentang cinta diantara dua insan (pasangan) yang menjalin hubungan yang disebut pacaran ? pernahkah kalian tahu apa yang kita dapatkan dari pacaran tersebut ? pernahkah kalian berpikir, apa manfaat dari pacaran tersebut ? Nah, malam ini, diskusi bareng yuk. ! entah kenapa, malam ini ingin rasanya membahas tuntas tentang pacaran. Namun aku sendiri masih belum mengerti tentang pacaran, namun dengan ketidak mengertian itu, aku mencoba untuk melakukannya (pacaran), setidaknya aku bisa tahu jawaban dari apa yang tidak   kumengerti. Saat aku tak mengerti sesuatu, aku mencoba untuk melakukannya dengan semampuku, berharap bisa mengerti dengan apa yang aku lakukan. Salah satunya pacaran. Pacaran iya pacaran ! siapa sih yang tidak tahu pacaran ? semua orang dari kalangan manapun tahu tentang paca...