Langsung ke konten utama

Tuhan, Inikah kehidupanku ???

Tuhan, aku ingin menulis lagi, menulis semua tentang kehidupanku, semua pengalaman hidupku, semua kenangan yang bisa kuingat, semua tentangku Tuhan,. Terimakasih Tuhan kau memberikan aku orangtua yang begitu istimewa, walau mereka jarang bersamaku, bahkan tak pernah bersamaku. Aku terlahir seperti yang engkau kehendaki, aku terlahir dari seorang ibu rumah tangga dan dari seorang ayah yang bekerja sebagai wiraswasta, yang jelas aku tak pernah melihatnya semenjak aku mulai memasuki bangku sekolah dasar, aku hanya tahu, bahwa aku hanya memilki seorang ibu, meskipun ibu selalu mengatakan bahwa aku selalu memilki seorang ayah, dan perkataan ibu selalu ku iya kan.  Tuhan, aku tahu ini semua kehendakmu, kehendak yang kau berikan pada keluargaku, ibu yang terpisah dengan ayah yang terbentang oleh ribuan lautan, dan membuatku tak pernah menjadi keluarga yang utuh, aku mulai menyadarinya seiring usiaku. Ibu mulai menitipkan aku pada keluarga ibuku, dan ibu menginginkan kembali pada ayah yang entah dimana tempat tinggalnya, saat itu aku hanyalah bocah yang tak tahu apa-apa. Aku hanya tahu ibu pergi untuk menemui ayah. Beberapa tahun dari kepergian ibu menemui ayah, ibu selalu menghubungiku, aku tak pernah menanyakan ibu dimana ? sama siapa ? apakah bertemu dengan ayah ? aku tak pernah menanyakan itu, karena pertanyaan itu sangat sulit diucapkan oleh anak seusiaku, saat itu usiaku 10 tahun, aku duduk dibangku kelas 4. Tuhan aku tahu ini semua kehendakmu, ibu mengabari keluarga untuk bertemu dan tinggal bersama, dan aku tak menanyakan kenapa ? kenapa ibu pulang ? apakah ibu sudah tidak bersama ayah ? apakah ayah akan pulang bersama ibu sehiingga kami akan menjadi keluarga yang utuh ? aku tak menanyakan itu, karena pertanyaan itu terlalu sulit diucapkan oleh anak seusiaku saat itu. Tuhan aku tahu semua ini kehendakmu, ibu benar-benar pulang dan kembali pada keluarga ini lagi, tapi tanpa ayah, ibu tak pernah membawa pulang ayah, kemana ayah ? apa benar aku masih memiliki ayah ? siapa ayahku ? bahkan aku tak pernah melihatnya bahkan hanya sekedar foto, aku menyadari seiring usiaku. Tuhan aku tahu semua ini kehendakmu, kau memberikan cobaan untuk ibuku, memberikan penyakit yang tak pernah keluarga ketahui sebelumnya, ibu pun tak pernah memberitahukannya, saat itu ibu mulai sakit-sakitan, aku selalu melihat ibu digendong paman untuk berobat kerumah sakit, karena kami tak punya kendaraan untuk mengantar ibu, kami terlahir dari keluarga yang kurang mampu, untung saja ibu masih memiliki persedian uang untuk memeriksakan ia ke rumah sakit, setiap hari aku harus melihat ibu terbaring dirumah sakit, aku tahu ibu pasti sangat kesakitan, aku tidak mengerti penyakit apa yang diderita ibu. Tuhan, aku tahu ini semua kehendakmu, kau telah memberikan cobaan yang begitu berat untuk ibuku, karena aku tahu, engkau begitu cinta pada ibuku, hingga akhirnya engkau mengambilnya dariku. Aku mulai menyadarinya seiring usiaku. Tuhan, aku tahu ini semua kehendakmu, engkaulah yang mengatur scenario kehidupanku, engkau memberikan cobaan untukku dimulai aku masih tak mengerti apa-apa tentang dunia ini, pertama engkau memisahkan aku dengan ayah, dan engkau mengambil ibuku karena engkau terlalu mencintainya, meski engkau tahu bahwa aku masih ingin memilikinya, karena aku baru sebulan hidup bersama dengannya, dan engkau mengambilnya untuk selama-lamanya dan tak akan pernah kembali lagi. Tuhan aku tahu ini semua kehendakmu, engkau biarkan aku tak memiliki kekuatan lagi, karena kekuatanku telah engkau ambil, tapi engkau memberikan kesempatan untuk memberikanku kekuatan baru dengan mempertemukanku dengan ayah, aku masih ingat saat itu aku lulus sekolah dasar dan keluarga dari pihak ayah menjemputku, aku selalu berharap bisa menemuinya karena aku tak pernah melihatnya meskipun ibu telah meninggal dunia ini, ayah tetap  tak pernah menghadiri pemakaman ibu, padahal aku selalu berharap bisa bertemu dengan ayah saat pemakaman ibu, namun sayang, itu hanya harapanku. Tuhan aku tahu ini semua kehendakmu, engkau biarkan aku dalam keadaan lemah dan membiarkanku tinggal bersama keluarga dari pihak ayahku, karena dengan semua itu aku bisa melanjutkan sekolah , karena keluarga ibu tak sanggup membiayai sekolahku. Tuhan , engkau tahu apa yang aku inginkan saat itu, aku ingin bertemu ayah, aku ingin membangun kekuatanku lagi, aku sudah terlalu lemah untuk hidup saat ibu meninggalkanku , saat engkau mengambilnya dariku, dan saat itu aku berharap memiliki kekuatan lagi saat bertemu dengan ayah, namun sayang, engkau tak pernah mempertemukan aku dengannya. Tuhan engkau biarkan aku mengenal ayah melalui keluargaku tapi engkau tak memperkenanku untuk bertemu dengannya secara langsung, seiring usiaku, aku masih ingat usiaku saat itu 13 tahun, aku masih dibangku sekolah menengah kelas 1, aku menanyakan kepada keluargaku, siapa ayah ? dimana ia sekarang ?  sama siapa ? dan benarkah aku anaknya ? aku menanyakan itu semua karena aku menganggap telah pantas aku bertanya seperti itu diusiaku........ lanjutannya nyusul  :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makalah Teori Fenomenologi Edmund Husserl

1. Biografi Edmund Husserl Edmund Gustav Albrecht Husserl atau dikenal dengan nama Edmund Husserl lahir pada tanggal 08 April 1859 di kota Proßnitz, Moravia, Austria (sekarang Prostějov, Czech Republic) . Keluarganya adalah penganut Yahudi, meskipun bukan keluarga ortodoks. Dia memulai belajar bahasa Jerman klasik di Realgymnasium di Wina pada usia 10 tahun, dan di tahun berikutnya dipindahkan ke Staatsgymnasium di Olmütz. Dia menempuh studinya di Universitas Leipzig, berkonsentrasi pada Matematika, fisika, dan filsafat, dengan minat khusus dalam astronomi dan optik. Setelah dua tahun, ia pindah ke Berlin untuk mengembangkan minatnya dalam matematika, sekali lagi kembali ke Wina, dan memperoleh gelar doktor pada tahun 1883. [1] Disertasinya adalah tentang teori kalkulus variasi. Dia pernah mengajar untuk waktu yang singkat di Berlin. Namun, karena tertarik dengan kuliah Franz Brentano menyebabkannya untuk kembali ke Wina pada tahun 1884. Kuliah ini memiliki pengaruh ...

Esai Komunitas Kota

Komunitas Vespa Lombok   ( Nusa Tenggara Barat )             Komunitas merupakan kelompok organisme (kumpulan orang-orang) yang hidup saling berinteraksi didalam satu daerah tertentu. Komunitas juga merupakan wadah dimana orang-orang berkumpul untuk satu kepentingan dan persamaan. Seperti halnya komunitas vespa Lombok. Komunitas vespa Lombok ini merupakan komunitas yang peduli akan salah satu motor yang lahir tahun 1970-an. Yang mana motor ini bias dibilang kuno atau jadul. Sehingga timbullah pemikiran dari beberapa orang untuk memodifikasi motor vespa menjadi motor yang unik dan dirubah dengan sedemikian rupa. Dan alhasil, usaha yang dilakukan mengundang minat orang-orang dengan melihat keunikan dari motor vespa tersebut.             Saat keluaran motor terbaru dengan bodi motor yang mentereng dan mewah dipasarkan, Vespa sempat terpuruk dan menjadi barang ...

Pacaran di Era Modern

YOGYAKARTA, 20 maret 2014 ( 20:40 WIB ) Assalamu’alaikum…. Yuk berpikir sejenak, tentang apa yang kita lakukan, tentang apa yang kita rasakan saat ini. Pernahkah terlintas dipikiran kalian, tentang cinta diantara dua insan (pasangan) yang menjalin hubungan yang disebut pacaran ? pernahkah kalian tahu apa yang kita dapatkan dari pacaran tersebut ? pernahkah kalian berpikir, apa manfaat dari pacaran tersebut ? Nah, malam ini, diskusi bareng yuk. ! entah kenapa, malam ini ingin rasanya membahas tuntas tentang pacaran. Namun aku sendiri masih belum mengerti tentang pacaran, namun dengan ketidak mengertian itu, aku mencoba untuk melakukannya (pacaran), setidaknya aku bisa tahu jawaban dari apa yang tidak   kumengerti. Saat aku tak mengerti sesuatu, aku mencoba untuk melakukannya dengan semampuku, berharap bisa mengerti dengan apa yang aku lakukan. Salah satunya pacaran. Pacaran iya pacaran ! siapa sih yang tidak tahu pacaran ? semua orang dari kalangan manapun tahu tentang paca...