DAMPAK
ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN KE NON PERTANIAN PASCA PEMBANGUNAN BANDARA
INTERNATIONAL LOMBOK
NUSA
TENGGARA BARAT
OLEH
: ASMA’UL HUSNA (12720017)
A. PENDAHULUAN
Masalah lingkungan
hidup, bukan masalah yang baru ada, tetapi telah ada sejak manusia hidup di muka
bumi ini. Eksistensi manusia di bumi ini merupakan faktor penyebab terjadinya
masalah lingkungan hidup. Pertumbuhan penduduk yang semakin pesat mengakibatkan
pada meningkatnya masalah lingkungan hidup. Permasalahan lingkungan hidup
mendapat perhatian yang besar dihampir semua Negara didunia dalam dasawarsa
1970-an. Ini terjadi setelah diadakan konperensi PBB tentang Lingkungan Hidup
di Stockholm pada tahun 1972, terdapat kesan bahwa masalah lingkungan hidup
adalah suatu hal yang baru. Namun sebenarnya, permasalahan itu telah ada sejak
manusia ada di bumi. Besarnya populasi manusia merupakan faktor yang penting
dalam permasalahan lingkungan hidup.[1]
Manusia, seperti halnya
semua makhluk hidup berinteraksi dengan lingkungan hidupnya. Ia mempengaruhi
lingkungan hidupnya dan sebaliknya ia dipengaruhi oleh lingkungan hidupnya.[2]
Pada hakikatnya manusia tak dapat berdiri sendiri di luar lingkungan hidupnya.
Ketika kita membahas manusia, secara tidak langsung kita membicarakan
lingkungan hidupnya. Kelangsungan hidup manusia tergantung pada bagaimana ia
mampu untuk menyesuaikan diri terhadap sifat lingkungan hidupnya. Manusia
membutuhkan lingkungan hidup untuk kelangsungan hidupnya dan begitupula
lingkungan membutuhkan manusia untuk menjaga kelestariannya, agar memberikan
manfaat bagi kehidupan manusia. Maka dari itu, manakala terjadi perubahan dalam
sifat lingkungan hidupnya, akibat perubahan alamiah maupun perubahan yang
disebabkan oleh aktivitas hidupnya, kelangsungan hidup manusia akan terancam.
Seperti contoh kecil yang terjadi di Kota-kota besar yang mengalami kebanjiran.
Faktor yang menyebabkan kebanjiran karena ulah atau aktivitas manusia itu
sendiri, dengan membuang sampah sembarangan (sebut: disungai), sehingga sampah
menyumbat aliran air yang mengakibatkan kebanjiran. Aktivitas semacam itu yang
mengancam kehidupan manusia, karena tidak sedikit masyarakat setempat yang
merasakan dampaknya. Seperti halnya dengan pembangunan Bandara International
Lombok NTB, banyak petani Lombok Tengah mengkhawatirkan alih fungsi lahan
pertanian disekitar Bandara International Lombok akan berdampak terhadap
kegiatan usahatani mereka.
B. PEMBAHASAN
Provinsi Nusa Tenggara
Barat (NTB) merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi ekonomi dalam
pertanian dan pariwisata. Potensi tersebut membuat jumlah orang datang ke
provinsi ini meningkat. Kenaikan jumlah pesawat, penumpang, dan barang yang
datang ke provinsi NTB melalui Bandara Selaparang sebelumnya membuat pemerintah
provinsi NTB merasa perlu memajukan daerahnya. Saat ini, fungsi Bandara
Selaparang telah digantikan dengan Bandara baru yaitu Bandara International
Lombok (BIL). Sekarang aktivitas penerbangan dari dan menuju provinsi NTB telah
dipindahkan ke BIL sejak tanggal 1 Oktober 2011.[3]
Mengacu pada potensi
sumber daya alam yang dimiliki, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menetapkan visi
pembangunannya yaitu “ mewujudkan Lombok Tengah menjadi daerah wisata bertaraf
internasional”. Usaha pemkab untuk mewujudkan visi pun terbukti dengan adanya
bukti persetujuan aliran dana APBN untuk pembangunan Bandara International
Lombok (BIL) di Desa Tanak Awu Lombok Tengah. Secara keseluruhan, luas lahan
untuk BIL sebesar 552 hektar atau dua kali lebih besar dari Bandara
International Ngurah Rai Denpasar Bali.[4]
Dengan adanya BIL ini,diharapkan bisa menjadi penunjang bagi perkembangan
pariwisata di Nusa tenggara Barat dengan banyaknya infrastruktur pendukung
lainnya.
Pembangunan Bandara
International Lombok ini memang belum terselesaikan secara keseluruhan, namun
dampak-dampak yang terjadi terlihat dari mulainya proyek pembangunan BIL ini.
Dengan proyek pembangunan Bandara International Lombok ini akan berdampak pada
alih fungsi lahan pertanian yang luas. Lahan pertanian disekitar proyek
pembangunan BIL sekarang beralih menjadi perluasan Jalan Raya, dan banyak
berdirinya infrastruktur seperti toko, pom bensin, hotel dan menimbulkan
kebisingan. Adapun desa-desa yang mendapat dampak dari proyek pembangunan BIL
ini adalah Desa Penujak, Setanggor, Bonder, dan Batujai (tempat tinggal
Penulis).
Tujuan dari pembangunan
Bandara International Lombok ini diharapkan memberi nilai tambah yang lebih
baik untuk perkembangan perekonomian Provinsi NTB. Sektor pariwisata dianggap
paling berpengaruh pada pembangunan BIL ini. Dengan adanya akses atau
pembangunan BIL ini, memudahkan para wisatawan menuju NTB, dan seiring dengan
berdirinya BIL ini akan meningkatkan jumlah wisatawan ke NTB.
Alih fungsi lahan
pertanian ke non pertanian dapat berdampak terhadap turunnya produksi
pertanian, serta akan berdampak pada aspek-aspek ekonomi, sosial, budaya, dan
politik masyarakat. Alih fungsi lahan juga menyebabkan hilangnya kesempatan
petani memperoleh pendapatan dari usahataninya. Karena banyaknya lahan
pertanian yang diambil untuk pembangunan BIL serta dijadikan perluasan Jalan
raya,dan infrastruktur lainnya. Jika dilihat dari aspek ekonomi dan sosial,
masyarakat sekitar telah kehilangan tempat mata pencahariannya, karena Lombok
Tengah mayoritas buruh petani, dengan adanya pembanguan BIL secara tidak langsung
mengambil tempat petani dalam mencari mata pencaharian. Berdirinya
infrastruktur memang sedikit membantu
masyarakat, dengan adanya Toko perbelanjaan, Hotel, dan Pom bensin, masyarakat
yang memenuhi syarat bisa menjadi pekerja ditempat tersebut, namun yang
dirugikan disini adalah masyarakat yang berpendidikan rendah yang hanya
mengandalkan lahan sawah sebagai mata pencahariannya. Serta dengan berdirinya
toko-toko perbelanjaan secara tidak langsung masyarakat lebih memilih
berbelanja di toko daripada dipasar, dan banyak lagi dampak-dampak yang tidak
terlihat akibat pembangunan infrastuktur ini. Bukan hanya sawah yang menjadi
sasaran pembangunan BIL dan infrastruktur pendukung lainnya, melainkan perumahan
warga pun terkena dampaknya, seperti di Desa Batujai bagian Dusun Wage dan
Lakah terkena dampaknya, sebagian pekarangan diambil untuk perluasan jalan yang
menghubungkan ke arah Bandara International Lombok.
Aktivitas seperti itu
memperlihatkan Desa batujai seperti bukan Desa lagi, karena Desa yang identik
dengan banyaknya pohon, suasananya sejuk, banyak sawah, kegiatan masyarakat
yang masih berkebun, bertani, kondisi desa yang masih asri, hijau dan bersih,
sekarang nampak berbeda dari tahun-tahun kemarin, karena persawahan,
pohon-pohon digantikan dengan berdirinya puluhan toko, perumahan, dan hotel,
hampir sama dengan Kota madya Mataram.
C. KESIMPULAN
Dampak dari alih fungsi
lahan pertanian ke non pertanian pasca pembangunan Bandara International Lombok
ini bukan hanya berdampak pada alih fungsi lahan pertanian saja, namun
berdampak pula pada kegiatan, dan tempat tinggal warga. Seperti yang telah
dipaparkan diatas, bahwa proyek pembangunan BIL ini berdampak pada kegiatan,
kondisi, dan suasana di Desa sekitar BIL. Dengan adanya BIL ini telah merugikan
masyarakat yang mencari mata pencahariannya di sawah. Karena persawahan
disekitar BIL telah dijadikan sebagai
pembangunan infrastruktur, seperti perluasan jalan, pom bensin, toko,
perumahan, dan hotel. Sehingga pembangunan BIL ini membuat masyarakat gelisah dan
khawatir akan usahataninya mereka. Dan tugas Pemerintah Kabupaten saat ini
harusnya adalah memberikan solusi pada masyarakat yang kehilangan mata
pencahariannya akibat pembangunan BIL dan meyakinkan masyarakat bahwa kegiatan
mereka tidak akan terhalang oleh adanya pembanguan BIL tersebut, namun
kebanyakan masyarakat melihat kondisi sekarang bukanlah kondisi yang mereka
inginkan.karena semakin hari semakin banyak berdiri infrastruktur yang
menghabiskan lahan pertanian.
DOKUMEN
[1]
Dr.Paskalis Riberu “Pembelajaran Ekologi”
Jurnal : Pendidikan Penabur, No.01/Th.I/Maret 2002, hlm 126
[2]
Otto Soemarwoto “Analisis Dampak
Lingkungan”. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1992. Hlm. 18
[3] http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/56186
, diunduh hari jum’at , 14 November 2014, jam 15: 43
[4] http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-16015-Chapter1-pdf.pdf.
Di unduh hari Jum’at, 14 November 2014, jam 15:34
Komentar
Posting Komentar